Teladan 2007 - Alumni Angkatan 2007 SMA Negeri 1 Teladan Yogyakarta

Ingat!!!
Welcome

Kisah dan Kenangan SMA

<< Kembali ke Daftar Kisah dan Kenangan

GVT yang aneh..

Ini pengalaman pribadi saya waktu GVT. Lebih tepatnya hari ke-3 GVT 2004. Tentu saja tak jauh dengan yang namanya BL (ada yang menyebu Belakang Layar, ada yang nyebut Black List, tapi saya gak tau yang mana yang bener. Jangan-jangan yang bener malah Basket Lapangan –kan ada di lapangan basket- hehehe….). Sudah dua hari berturut-turut saya kena BL. Hari yang pertama, BL Basing. Semuanya tahu kalau hari pertama pada ketahuan copy-paste dari internet. Hari kedua saya di BL lagi, Basing lagi. Saat BL kedu a ini, sejak saya masuk kelas saya sudah tahu kalau nanti GVT akan kena BL. Waktu sesi BL, saya mencari kakak yang sama dengan kakak yang kemarin mBL saya. Saya datangi dari belakang. Kakaknya kaya’nya masih mencari seseorang. “Kak, nyari saya ya?” Kakaknya menoleh, kaget saya sapa dari belakang. Kakaknya jawab,”Dek Novrian ya?”. “Iya” jawabku.

                Hari ketiga, kali ini sudah saya kerjakan semua tugas-tugasnya. Aku bertekad untuk tidak terkena BL hari ini. Saat sesi evaluasi, saya benar-benar deg-degan, berdoa semoga namaku tidak dipanggil. Yah, kenyataan berkata lain, saya dipanggil oleh mbak-mbak yang senengnya manggil itu (jujur, saya belum tahu siapa yang secara lancang –piss mbak- manggil anak-anak baru ini). Dengan berat hati saya berlari ke Lapangan Basket, ternyata perhitunganku salah. Aku mencoba mengingat-ingat tugas yang belum saya kerjakan. Gagal. Sampai akhirnya, sampailah pada suatu tempat bernama pintu lapangan basket yang saat itu dijaga oleh kakaknya Canggih (mas Pam2) ;p. Di dalam lapangan basket sudah menanti dengan wajah garang. Saya menyebutkan nama saya, lalu kak Pam2 berteriak ke arah panitia di dalam lapangan basket. “Kak, siapa yang memBL Novrian?” Kak Pam2 berteriak. Zing… Suasana hening. “Saya ulangi lagi, ini Dek Novrian. Siapa yang memBL Dek Novrian?” Suara Kak Pam2 sekali lagi menggelegar di lapangan serba guna itu. Suasana masih zing… Lalu dua kakak perempuan entah dari Sie apa mendekat. “Waduh, nduwe salah opo ki? Kok mbak-mbake ra tau tak delok. Ra tau ngisi sesi neng kelas.” Pikirku. Kemudian kedua kakak itu bertanya, “Kamu Musyafiriyan?” “Bukan, saya Novrian,”jawabku. “Oo, jadi kamu bukan Musyafiriyan ya dek?”. “Bukan”. Lalu saya bertanya ke Kak Pam2, “Sekarang gimana, kak?”. Kakak penjaga pintu tersebut menjawab, “Ya sudah dek, kembali ke Aula saja.”

                Aku kemudian berlari menuju aula. “GVT yang aneh.”

Artikel ini dikirim pada 31 October 2007 11:05 WIB oleh novrian

Tanggapanmu : Tanggapanmu :